Menurut Kantor Berita ABNA, Anwar Gargash dalam sebuah wawancara dengan televisi Al Jazeera baru-baru ini mengancam akan membalas sikap Menteri Pertahanan Turki, Halusi Akar yang merendahkan negaranya.
"Negara kami akan membalas Ankara atas tindakannya pada waktu dan tempat yang tepat," ujar Gargash.
"Pernyataan provokatif Menteri Pertahanan Turki menunjukkan ambisi Ankara," tegasnya.
Pejabat tinggi UEA menyindir Turki dengan mengungkapkan bahwa ilusi kolonial tidak memiliki tempat di dunai saat ini.
"Hubungan [antarnegara dunia] tidak diatur oleh ancaman dan intimidasi," papar Gargash.
Ia juga juga menyerukan diakhirinya campur tangan Turki dalam urusan internal negara-negara Arab, terutama di Libya.
Turki adalah pendukung pemerintah persatuan nasional yang dipimpin oleh Fayez al-Siraj, yang berbasis di Tripoli, ibu kota Libya. Sedangkan UEA bersama Arab Saudi, Mesir dan sejumlah negara lain mendukung pemerintahan Libya timur yang dipimpin Khalifa Haftar.(PH)
342/